Principle Based versus Rule Based
Seorang sahabat bertanya kepada saya untuk menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan principle based dalam IFRS dan bedanya dengan rule based yang dianut oleh US GAAP. Saya mengernyitkan dahi karena bahasan ini sudah sering sekali dibahas dalam kegiatan-kegiatan seminar dan kuliah umum tentang IFRS terutama pada tahun 2009-2010. Ketika saya membongkar koleksi tulisan-tulisan saya terdahulu, ternyata saya belum pernah menuliskan isu penting ini secara detil.
Banyak orang yang sudah mendengar bahwa salah satu karakter penting dalam IFRS adalah principle based dan ini yang menjadi pembeda IFRS dengan US GAAP. Namun bagaimana sebenarnya standar akuntansi yang principle based itu? Apakah US GAAP yg katanya rule based bisa dikatakan tidak memiliki prinsip?
Sulit untuk menarik garis sejarah kapan istilah principle based digunakan para penggiat IFRS, namun istilah ini menurut beberapa akuntan senior yang pernah saya ajak diskusi tidak pernah muncul di era 80 dan 90 an. Sehingga dugaan saya istilah ini muncul baru-baru saja seiring dengan difusi IFRS ke seluruh dunia. Kata principle based kemudian menjadi nilai jual IFRS dan seakan-akan menjadi sesuatu yang lebih baik daripada rule based.
Indonesia Terapkan Standar Nilai Wajar 1 Januari 2015 : Siapkah Kita?
Artikel ini dimuat dalam majalah Akuntan Indonesia edisi Januari 2014.
Di bulan terakhir tahun 2013, DSAK-IAI mengesahkan beberapa exposure draft menjadi PSAK baru yang akan mulai berlaku 1 januari 2015. Salah satu PSAK yang disahkan pada 19 Desember lalu adalah PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar yang merupakan adopsi dari IFRS 13. Indonesia hanya memiliki waktu satu tahun untuk bersiap-siap dalam menerapkan PSAK ini. Siapkan para akuntan dan penilai di Indonesia? Terlebih siapkan Indonesia untuk menghadapi standar yang selalu bergerak secara dinamis seperti IFRS 13 ini?
IFRS 13: Standar Yang Dinamis
IFRS 13 termasuk salah satu standar IFRS yang pergerakannya cukup dinamis. Standar ini disahkan oleh IASB pada bulan May 2011 untuk berlaku 1 Januari 2013. Di banyak negara, standar ini sudah digunakan sejak awal tahun 2013 seperti di Philippines dan Australia. Baru setahun berlaku, saat ini IASB sedang mempertimbangkan melakukan amandemen untuk unit of account instrument keuangan yang merupakan investasi di perusahaan anak, joint venture dan perusahaan asosiasi. Exposure draft dari amandemen ini diharapkan keluar pada triwulan pertama 2014. (more…)
Adopsi IFRS di Kanada :Ketika Sekutu US GAAP Berpaling
Oleh Ersa Tri Wahyuni
Tulisan ini dimuat dalam majalah Akuntan Indonesia edisi November 2013 yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Negara sirup maple ini bukan hanya memiliki kedekatan lokasi dengan AmerikaSerikat (AS) tapi juga memiliki kedekatan kultural dan ketergantungan ekonomi yang tinggi. Sebesar 80% ekspor Kanada adalah pasar AS (data ekspor 2009 dari badan statistik Kanada). Sebanyak 336 perusahaanKanada misalnya jugaterdaftar di pasar modal AS (data US SEC 2012), sehingga wajar bila standard akuntansi AS (biasa disebut US GAAP) menjadi hal yang penting untuk diperhatikan oleh dewan standar akuntansi Kanada (AcSB) maupun pengawas pasar modalnya. Sejak pertengahan 1990-an standar akuntansi Kanada diciptakan dengan menyeleraskan diri pada US GAAP.
Ketika Kanada mengadopsi penuh IFRS pada tahun 2011 dan meninggalkan US GAAP, tentulah bukan suatu keputusan yang mudah untuk negara sekutu US ini. Bila Jepang hanya menjadikan IFRS sebagai salah satu opsi selain Japanese GAAP, Kanada tidak tanggung-tanggung, perusahaan publik Kanada hanya punya pilihan IFRS. Namun Kanada memberikan waktu transisi yang lebih panjang untuk beberapa industri tertentu yang dirasa butuh persiapan lebih panjang.Investment entities misalnya, baru akan menggunakan IFRS pada 1 Januari 2014 karena menunggu amandemen IASB yang mengijinkan investment entities tidak mengonsolidadi anak perusahaannya. (more…)